Breaking News

PBB Mengatur Ulang Jalur Bantuan dari Dermaga Apung AS di Gaza

 


Liputan889 - Langkah-langkah untuk menata kembali jalur bantuan kemanusiaan dari dermaga apung yang dibangun oleh Amerika Serikat (AS) di Gaza kini tengah dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tindakan ini diambil menyusul insiden di mana beberapa truk bantuan pertama yang dikirim dicegat oleh warga sebelum tiba di tujuan.

Operasi ini dimulai pada Jumat pekan lalu (17/5/2024) dengan mengirimkan 10 truk bantuan yang dikendalikan oleh PBB menuju gudang World Food Programme di Deir El-Balah. Namun, dari kesepuluh truk tersebut, hanya lima yang berhasil mencapai gudang tersebut.

Stephane Dujarric, juru bicara PBB, menyatakan dalam konferensi pers di New York pada Selasa (21/5/2024) bahwa masyarakat setempat menghentikan truk bantuan di berbagai titik sepanjang perjalanan. Mereka kemudian melakukan distribusi bantuan secara mandiri. Dujarric juga menegaskan bahwa wilayah yang dilalui oleh truk-truk tersebut sebelumnya belum pernah menerima bantuan sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga yang merasa tak akan mendapatkan bantuan sehingga menghentikan truk-truk tersebut. Akibatnya, penyaluran bantuan dari dermaga tersebut ditangguhkan sejak Sabtu.

1. Antisipasi dan Kritik terhadap Dermaga AS

Pengumuman pembangunan dermaga oleh Presiden AS Joe Biden pada bulan Maret telah menimbulkan harapan dan keraguan di kalangan warga Gaza. Salah satu warga, Abu Nadi Al-Haddad, mengungkapkan keraguan atas urgensi pembangunan dermaga tersebut untuk saat ini. Menurutnya, jalur darat seharusnya lebih diprioritaskan, terutama karena mampu menyalurkan bantuan dalam jumlah yang lebih besar. Ia berpendapat bahwa pembangunan dermaga seharusnya dilakukan setelah pendudukan Israel berakhir.

Pendapat serupa juga disuarakan oleh Abu Nasser Abu Khousa, yang bersama putranya datang ke pantai dekat lokasi dermaga dengan harapan bisa mendapatkan bantuan. Meskipun demikian, kehadiran dermaga tersebut memberikan harapan bagi sebagian warga, meskipun beberapa di antaranya merasa kecewa ketika bantuan yang mereka harapkan tidak tiba.

2. Rute Bantuan melalui Siprus dan Proses Pengiriman

Bantuan yang akan masuk ke Gaza melalui jalur maritim di Siprus akan pertama kali diperiksa oleh Israel. Dua kapal yang membawa bantuan telah berangkat dari Siprus awal bulan ini. Menurut Pentagon, lebih dari 569 metrik ton bantuan telah dikirim ke Gaza, dengan lebih banyak lagi yang sedang dalam proses pengiriman.

Brigadir Jenderal Pat Ryder, juru bicara Pentagon, menyatakan bahwa jumlah bantuan yang dikirimkan akan terus meningkat. Meskipun demikian, belum jelas berapa banyak dari total bantuan tersebut yang masih menunggu untuk diangkut dengan truk yang dikontrak oleh PBB. Bantuan ini berasal dari berbagai negara, termasuk AS, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Uni Eropa.

3. Krisis di Gaza dan Dukungan Internasional

Sementara perang masih terus berlangsung di Gaza, jutaan orang terus menderita akibat kurangnya akses terhadap kebutuhan dasar. Badan PBB untuk Bantuan Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa distribusi bantuan ke Gaza saat ini ditangguhkan, dengan beberapa perlintasan darat masih tetap ditutup.

Baca juga artikel : Israel Tarik Dubesnya dari Norwegia, Spanyol, Irlandia: Respons terhadap Pengakuan Palestina

Dukungan internasional terus mengalir ke Gaza meskipun seruan-seruan untuk mengakhiri kekerasan tidak diindahkan. Pada Selasa, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Jepang sepakat untuk menyumbangkan dana senilai 10 juta dolar AS untuk warga Gaza. Dana tersebut akan digunakan untuk memasok obat-obatan penting, peralatan medis, dan persediaan lainnya yang diperlukan untuk menjaga fungsi fasilitas kesehatan di Gaza. Cari tahu juga informasi menarik dan terupdate lainnya di Ruang Senja

© Copyright 2022 - liputan889 - Informasi Berita Terbaru Saat Ini